:
PENGUKURAN


 

 

Gb. 1 Hasil penguukuran 4 alat ukur.

 

Dalam fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur dapat terkena kesalahan peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.

Untuk kali ini akan dipelajari alat ukur panjang mulai yang sederhana yaitu penggaris berskala centimeter, penggaris skala millimeter, jangka Sorong dan Mikrometer.


A. PENGGARIS SATUAN CENTIMETER

Mengukur adalah membandingkan dan hasilnya selalu digit yang terakhir diragukan karena hasil taksiran (perkiraan). Perhatikan animasi penggaris satuan centimeter. Panjang benda antara 2 cm dan 3 cm, berarti panjang yang sudah pasti 2 cm dan lebihnya ditaksir kira-kira 0,2 cm. Maka panjang benda 2,2 cm (Ingat digit terakhir yaitu 2 diragukan karena taksiran)

 

B. PENGGARIS SATUAN MILLIMETER

Sekarang benda tadi kita ukur dengan penggaris yang satuan terkecilnya millimeter. Perhatikan animasi penggaris satuan millimeter. Panjang benda di antara 21 mm dan 22 mm. Panjang benda terukur yang sudah pasti 21 mm dan lebihnya ditaksir kira-kira 0,7 mm. Maka hasil pengukuran 21,7 mm atau 2,17 cm (Ingat digit terakhir yaitu 7 diragukan karena hasil taksiran belum tentu bernilai 7).

 

C. JANGKA SORONG


 Sebelum melakukan pengukuran terlebih dahulu kita pahami SKALA NONIUS. Pada jangka sorong ada dua skala yaitu skala Utama pada body alat dan skala yang dapat digeser dinamakan SKALA NONIUS.

jangka sorong

Gb. 2 Jangka Sorong

Skala nonius janka sorong satu dengan lainnya bisa berbeda mari kita pelajari pembuatan skala nonius.

 

jks skala nonius

Gb. 3 Skala nonius

Skala nonius dapat dibuat dengan cara mengambil 9 mm skala utama dibagi menjadi 10 skala nonius. Jadi 1 skala nonius 0,9 mm. Jika rahang geser jangka sorong digeser ke kanan sampai skala 1 nonius berimpit dengan skala utama berarti nonius sudah bergeser 0,1 mm (Ingat 1 skala nonius 0,9 mm skala utama 1 mm) dan jika skala ke 2 nonius yang berimpit berarti rahang sudah bergeser 0,2 mm dan jika yang berimpit skala 8 tentu rahang telah bergeser 0,8 mm. Skala nonius hanya ada satu skala yang berimpit silakan cermati.

 

TELADAN 1

jks non2

Gb. 4 Skala nonius 

Sebuah benda terukur oleh jangka sorong dimana skala utama dan nonius seperti Gb. 4 di atas. Tentukan panjang benda tersebut.

JAWAB.

Panjang benda antara 21 mm dan 22 mm. Panjang benda terukurr pada skala utama 21 mm (lihat skala utama dan titik acuan dari 0 skala nonius). Skala nonius perimpit pada skala 8 berarti rahang sudah bergeser 0,8 mm, maka panjang benda 21,8 mm atau 2,18 cm


Teladan 2

Berapa panjang benda terukur oleh jangka sorong pada Gb. 2 di atas dimaka skala nonius berimpit dengan skala utama pada skala 6.

Jawab.

Pada skala utama 20,0 mm dan skala nonius 0,6 mm, jadi panjang benda terukur 20,6 mm atau 2,06 cm


jks n2

 Gb. 5 Jangka Sorong 20 skala nonius


Perhatikan animasi Gb. 1 animasi jangka sorong di atas atau Gb. 5 dimana skala noniusnya 1,95 mm berasal dari 39 mm skala utama dibagi 20 skala nonius yaitu 1,95 mm berarti beda 0,05 mm dari 2,00 mm atau ketika rahang digeser ke kanan sampai skala pertama nonius berimpit dengan skala utama maka rahang telah bergeser 0,05 mm dan jika skala ketiga nonoius yang berimpit maka telah bergeser 0,15 mm dan seterusnya. Pada animasi Gb, 1 di atas panjang beda skala utama 21 mm dan noniusnya pada skala 15 atau 15 x 0,05=0,75 mm. Jadi panjang benda terukur 21,75 mm atau 2,175 cm

 

D. MIKROMETER

 

 mikrometer

Gb. 6 Mikrometer Ulir

 

Pada mikrometer ulir skala utama pada body alat dalam satuan millimeter dan bagian bawahnya 0,5 millimeter. Rahang untuk mengukur benda dengan cara memutar (Ulir) ingat sekrup/drat jika diputar akan bergerak. Satu  putaran skala putar (50 skala) menyebabkan skala utama bergeser 0,5 mm atau dua putaran skala ulir (100 skala) menyebabkan skala utama bergeserr 1 mm. Berarti skala terkecil 0,01 mm (1 mm dibagi 100 skala ulir)

Perhatikan Gb. 6 di atas. Benda terukur skala utama 21,5 mm (skala bagian bawah 0,5 mm terlihat) dan skala ulir 0,213 mm (antara skala 21 dan 22  angka 3 taksiran atau 21,3 x 0,01=0,213 mm). Hasil pengukuran benda adalah 21,5 mm + 0,213 mm = 21,713 mm atau 2,1713 cm

Kesimpulan dari pengukuran di atas bahwa benda yang sama jika diukur oleh alat yang mempunyai ketelitian berbeda maka akan menghasilkan digit pengukuran berbeda. Angka hasil pengukuran disebut ANGKA PENTING. Makin banyak angka penting yang dihasilkan dari pengukuran sebuah kejadian maka makin teliti alat yang digunakan.

 


 

tz-fisika.net   Full Animation Physics 

Comments 

 
+1 #3 1# comentpuja ritonga 2013-10-01 16:52
:lol:
ma kasih :-)
 
 
-1 #2 commentnabilla eka purwanti 2013-09-19 21:06
susahh -_- :cry:
 
 
0 #1 just commentalifia astika 2012-10-31 21:11
kalo materi yang ini aku pusing :oops: :sad:
 

Add comment


Security code
Refresh